Halaman

21 Maret 2010

likuidasi biro bangpers


Tak ada untaian kata yang lebih pantas untuk memulai pengantar ini, selain memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayah yang telah dilimpahkan-Nya, sehingga tuntasnya menyusun buku yang bertajuk Tujuh Tahun Likuidasi Biro Bangpers Sde SDM Polri ini, ditengah berbagai himpitan tugas serta tanggung jawab sebagai Bhayangkara Negara.

Biro Pengembangan Personel Polri sebagai penyelenggara kebijakan pendidikan dan pelatihan dalam rangka merumuskan kebijakan dan strategi bidang pendidikan dan pelatihan, mengkoordinasikan dan menyelenggarakan kerja sama pendidikan dan pelatihan, baik dengan badan Pemerintah maupun non Pemerintah, yang berasal dari dalam maupun luar Negeri, termasuk penyelenggara analisa dan evaluasi di bidang pengembangan personel.

Pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya memberikan kemampuan kepada personel yang dibutuhkan organisasi dimasa yang akan datang. Pengembangan personel dilakukan melalui penilaian kinerja, pendidikan, pelatihan dan pengembangan karir. Penilaian kinerja meliputi identifikasi, pengukuran dan mengelola kinerja sumber daya manusia dalam organisasi. Pelatihan adalah proses memberikan personel keahlian khusus, atau membantu personel memperbaiki kekurangan kinerjanya. Pengembangan adalah upaya memberikan personel dengan kemampuan yang dibutuhkan organisasi dimasa depan, sedangkan pengembangan karir adalah upaya yang difokuskan dalam pengembangan, memperkaya dan membuat personel lebih cakap (professional dan proporsional) dalam melaksanakan tugas. Mejia (1995) menyatakan “development is an effort to provide employees with the abilities that the organization will need in the future.

Biro Pengembangan Personil Sde SDM polri merupakan unsur pelaksana pimpinan yang bertugas merumuskan kebijakan dan strategi serta melaksanakan koordinasi dalam rangka menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk kegiatan analisa dan evaluasi. Pendidikan merupakan salah satu bagian dari siklus pembinaan SDM, yang terdiri dari fungsi penyediaan, fungsi pendidikan, fungsi penggunaan, fungsi perawatan dan fungsi pengakhiran dinas. Untuk mewujudkan sosok personil Polri yang memiliki profil dan kompetensi sesuai kebutuhan organisasi, maka perlu disiapkan program pendidikan dan pelatihan melalui proses pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan sampai pada tahap analisa dan evaluasi.

Sesuai dengan dinamika dan perkembangan organisasi Polri yang tidak akan pernah lepas dari pengaruh perkembangan pemerintahan, teknologi, dinamika masyarakat dan lingkungan strategik lainnya, fungsi pendidikan yang merupakan salah satu dari bagian siklus personil, sesuai Perpres no. 52 tahun 2010 akan dikelola sepenuhnya secara integral oleh lembaga pendidikan Polri (Lemdikpol) mulai dari proses pengkajian dan strategi, perencanaan, penyiapan komponen-komponen pelaksana serta pendukungnya, pelaksanaan, pengawasan sampai dengan analisa dan evaluasi. Kita harapkan upaya pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia Polri melalui pendidikan dan pelatihan dimasa yang akan datang, dapat mewujudkan profil personel Polri yang profesional, bermoral dan modern untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Buku ini merupakan catatan 7 (tujuh) tahun kiprah Biro Pengembangan Personil Polri menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan panjang Sde SDM Polri yang ikut menyesuaikan diri dengan restrukturisasi Polri menjadi Asisten Sumber Daya Manusia Polri. Gambaran tugas pokok, program, kinerja, profil dan hasil yang telah dicapai oleh Biro Pengembangan Personil Polri, kami hadirkan dalam buku ini sebagai catatan dan bahan acuan yang dapat digunakan untuk memperkaya referensi demi kemajuan Polri dimasa yang akan datang

10 Maret 2010

DRUMCORPS CENDRAWASIH





Hasil bidikan kakak asuh .. Sersan Mayor Taruna Senior R.Yoh Dedeo Eka T dalam Acara Dasawarsa Endra Dharmalaksana



04 Maret 2010

GRAND STRATEGY_DRAFT_ENDRA DHARMALAKSANA






Wow... ED sdh pny Grand Strategy!!!

Berani bertaruh, 5 angkatan keatas + 5angkt kebawah mungkin blm memiliki GS, bhkn mungkin jg blm terfikirkan.

Scr pribadi, saya sngt bangga dg Yon ED. Stigma yg slm ini ED identik dg Elek Dul, lambat2, susah diatur, ndak kompak, ternyata smua itu hanya isapan "kelingking" semata (kok ndak jempol? Jempolnya bru dipake unt ngu*il. Pasti mo nanya lg kok ndak telunjuk? Udh donk, hbs wktunya kalo cuma ngurusin jari)

Kebayang ndak, baru 10 thn dinas, msh pangkat AKP, yon ED sdh pny GS yg sangat Visioner, Rasional + Reachable.
Gmn 15, 20, 25 thn yg akan dtg?

Optimis, suatu saat putra2 terbaik yon ED akan memberikan warna + menentukan warna organisasi Polri

Sebuah pencapaian + lompatan yg sgt luar biasa dg adanya GSED ini, krn setidaknya saat ini yon ED sdh pny pedoman, bentuk + arah yg akan dicapai kedepannya.

Setuju banget dg srn sesepuh ED Mas Sigit Dany, kalo bs acr rakernis lantas kita jd kan momentum mebahas, memperjelas + mempertajam GS ED. Mungkin akan lbh max bila difasilitasi + didukung rekan2 PMJ + rekan2 dikesat yg dkt PMJ

Pd saatnya nanti kita sdh memiliki GSED yg telah disempurnakan, maka yg jauh lbh penting adl itikad baik, kerja keras, semangat kebersamaan + konsistensi kita smua unt mewujudkan program2 yg tercantum dlm GSED.

"Banggaku Padamu Batalyonku (ED)"


GRAND STRATEGY

MEMBANGUN MINDSET INTERNAL ED ( 1999 – 2010 )


A. MEMBANGUN KARAKTER UNIK ED
1. Setiap ED’ers mulai membentuk dan membangun karakter pribadinya masing-masing yang dapat dipengaruhi situasi dan kondisi tempat bertugas.
2. Setiap ED’ers mulai intensif menjalin hubungan dan komunikasi dengan senior, letting, yunior, anggota dan insan bhayangkara lain serta stakeholder yang dapat mempengaruhi pembentukan karakternya.
3. Setiap ED’ers mulai membentuk dan membangun keluarga yang akan menumbuhkan generasi-generasi ED. Hal ini akan berpengaruh pada pembentukan karakter yang lebih dominant pada kehidupan ED’ers selanjutnya
4. Setiap ED’ers memiliki karakter unik masing-masing yang akan menjadi ciri khas, baik sebagai kepala keluarga, supervisor / manager pada organisasi Polri, komunitas nyata / maya, dan berbagai peran dalam kehidupannya.

B. MEMBANGUN KEBERSAMAAN ED
1. Membentuk Yayasan ED, Website ED, Mailing List Group ED, Bulletin ED, dll sebagai sarana tukar informasi dan pengetahuan yang dapat berguna bagi segenap warga ED.
2. Menggunakan moment Dasa Warsa Endra Dharmalaksana 2010 sebagai motivator membangun kebersamaan dengan motto “ Raih Kesuksesan Dalam Bingkai Kebersamaan “ yang tidak hanya menyatukan segenap warga ED, tetapi juga keluarga besar ED.
3. Mengoptimalkan peranan Yayasan ED, kalau perlu merintis pembentukan PT Bangsa Rajawali, untuk mengakomodir semua kepentingan dan kebutuhan segenap ED’ers dan keluarga besar ED, dengan membentuk divisi – divisi yang berorientasi pada kesejahteraan ED’ers. Salah satunya mulai merintis Sektor Bisnis dan Usaha dengan motor penggerak dari para keluarga besar ED.
4. Menyusun visi dan misi ED yang lahir pada rahim yang sama, tumbuh dan berkembang bersama-sama, untuk mewujudkan kesuksesan dalam bingkai kebersamaan.
5. Maping of Power ED dari semua aspek secara komprehensif integral, sehingga pada saatnya mampu menampilkan sosok ED’ers yang ahli di bidangnya, mampu mendorong yang lain untuk maju dan tidak tertinggal, serta selalu bermanfaat pada orang lain.
6. Semua ED’ers telah lulus PTIK dan bergelar SIK.


C. MEMBANGUN KONSISTENSI ED
1. Karakter unik ED dan kebersamaan ED yang terbangun dengan baik tetap dipertahankan dengan konsistensi yang efektif dari warga ED.
2. Setiap ED’ers saling membantu dan mengingatkan untuk konsisten pada visi, misi, dan kebersamaan ED.
3. Konsistensi dibangun melalui keberanian melakukan perubahan ke arah yang lebih baik pada lingkup / bidang tugasnya masing-masing dengan tetap memperhatikan etika profesi, norma, dan hukum.

II. MEMBANGUN KEPERCAYAAN TERHADAP ED (2011 – 2015 )


A. MEMPERKUAT HUBUNGAN STAKEHOLDER
1. Hubungan dan komunikasi yang efektif dan intensif dengan stakeholder baik formal maupun informal, dalam dinas dan kehidupan sehari-hari.
2. Memerankan dan aplikasi Polmas dengan baik, dalam lingkungan dinas dan tempat tinggal.
3. Mengkaji hambatan hubungan / komunikasi dan pihak-pihak yang tidak mendukung. Selanjutnya mencari akar permasalahan dan solusi agar hubungan / komunikasi menjadi efektif.


B. MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEILMUAN
1. Semua ED’ers telah selesai S2, baik dalam maupun luar negeri. Prioritas S3 bagi yang berminat.
2. Setiap ED’ers mampu menyusun karya tulis dan karya cetak dengan ide-ide yang brilian yang berguna bagi organisasi Polri dan masyarakat.
3. Setiap ED’ers mulai mendominasi dalam seminar-seminar ilmiah, diskusi panel, simposium, dll.
4. Setiap ED’ers mampu sharing dengan para cendekia, civitas akademi / kalangan kampus dan mendorong kemajuan anggotanya, di mana para ED’ers berdinas.


C. MEMPERKOKOH PENGUASAAN TEKNIK DAN TAKTIS FUNGSI SERTA ADMINISTRASI KEPOLISIAN
1. Sebagai middle manager, para ED’ers menguasai teknik dan taktis kepolisian secara baik, sehingga mampu memanage dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang diembannya.
2. Setiap ED’ers mampu sebagai motivator, fasilitator, dan mediator baik dalam rangka pembinaan maupun operasional kepolisian di lingkungan tugasnya.
3. Setiap ED’ers mampu menjadi filter yang efektif pada setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan tugasnya dalam rangka membantu pimpinan dan organisasi Polri.

D. BEKERJA DENGAN BAIK
1. Setiap ED’ers mampu bekerja dengan baik dan tidak ada pelanggaran, baik secara etika, kode etik kepolisian maupun hukum
2. Setiap ED’ers mampu menjadi suri tauladan bagi anggota, rekan kerja, dan pimpinannya.
3. Setiap ED’ers memiliki kemampuan khusus dan unik yang jarang dimiliki orang lain, sehingga memiliki nilai guna yang sangat tinggi pada lingkungan tempat dinas atau pun organisasi Polri.
4. Sebagian warga ED sudah masuk dan lulus SESPIM.

III. MEMPERKOKOH KEMAPANAN ED ( 2016 – 2020 )


A. KEMAPANAN BERPIKIR
1. Mampu berpikir kritis, analitis, dan strategis secara komprehensif integral.
2. Mampu berpikir secara cerdas.
3. Inovatif dan kreatif demi kemajuan organisasi Polri dan problem solving.


B. KEMAPANAN BERTINDAK
1. Mampu bertindak benar, prosedural dan profesional.
2. Mampu bertindak sesuai perannya dengan baik.
3. Mampu mengoptimalkan pola anggaran berbasis kinerja.


C. KEMAPANAN BERUSAHA
1. Relatif mapan secara ekonomi.
2. Sektor bisnis dan usaha keluarga besar ED sudah dominan
3. Yayasan ED atau bahkan PT Bangsa Rajawali mampu memberi andil pada kesejahteraan segenap keluarga besar ED.
4. Yayasan ED atau PT Bangsa Rajawali turut andil dalam memberi bea siswa bagi generasi-generasi penerus ED, terutama yang telah ditinggalkam ED’ers almarhum.
5. Semua ED’ers sudah masuk dan lulus SESPIM.


D. KEMAPANAN MORAL
1. Memiliki pendirian yang kuat.
2. Memiliki keberanian dan tanggung jawab yang efektif.
3. Memiliki keseimbangan IQ, EQ, dan SQ.
4. Bersikap jujur, adil, dan bijaksana.
5. Memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang efektif.

IV. MENUNJUKKAN KARYA NYATA ED ( 2020 – PENSIUN )


A. MAMPU BERSIKAP SEBAGAI PEMIMPIN
1. Konsisten dalam pikiran, ucapan, dan tindakan.
2. Berani dan bertanggung jawab.
3. Bersikap jujur, adil, bijaksana, dan amanah


B. BERPIKIR SERTA BERTINDAK CERDAS DAN STRATEGIS
1. Top manager yang handal.
2. Mampu memberi analisa dan kajian yang bernilai strategis dalam kemajuan organisasi Polri
3. Mampu membawa perubahan yang baik pada organisasi yang dipimpinnya
4. Cerdas dan strategis dalam problem solving.


C. MEMBUAT SEJARAH YANG BAIK
1. Berusaha menghilangkan budaya organisasi yang latah, negatif, dan kurang mendukung pada pencapaian pencitraan organisasi Polri.
2. Mengaplikasikan ide brilian untuk kemajuan organisasi Polri dengan pertimbangan berbagai aspek secara komprehensif integral sesuai zamannya.


D. BERMANFAAT BAGI ORGANISASI POLRI DAN MASYARAKAT
1. Mampu mendorong kemajuan segenap warga ED, sehingga tidak ada ED’ers yang tertinggal.
2. Peran dan pengabdian ED’ers sebagai insan Polri dapat memberi manfaat nyata bagi kemajuan organisasi Polri dan masyarakat, khususnya pada lingkungan tugas dan tempat tinggalnya.


V. PASCA PENSIUN
1. Membentuk paguyuban ED’er
2. Nara sumber generasi Polri.
3. Profesi pada instansi sipil / perusahaan atau profesi lainnya.
4. Menikmati sisa hidup menunggu maut sambil cari tambahan bekal di akherat.


Sumber : AKP IRFAN INDARTA SIK

GRAND STRATEGY ENDRA DHARMALAKSANA_DRAFT





GRAND STRATEGY

MEMBANGUN MINDSET INTERNAL ED ( 1999 – 2010 )


A. MEMBANGUN KARAKTER UNIK ED
1. Setiap ED’ers mulai membentuk dan membangun karakter pribadinya masing-masing yang dapat dipengaruhi situasi dan kondisi tempat bertugas.
2. Setiap ED’ers mulai intensif menjalin hubungan dan komunikasi dengan senior, letting, yunior, anggota dan insan bhayangkara lain serta stakeholder yang dapat mempengaruhi pembentukan karakternya.
3. Setiap ED’ers mulai membentuk dan membangun keluarga yang akan menumbuhkan generasi-generasi ED. Hal ini akan berpengaruh pada pembentukan karakter yang lebih dominant pada kehidupan ED’ers selanjutnya
4. Setiap ED’ers memiliki karakter unik masing-masing yang akan menjadi ciri khas, baik sebagai kepala keluarga, supervisor / manager pada organisasi Polri, komunitas nyata / maya, dan berbagai peran dalam kehidupannya.

B. MEMBANGUN KEBERSAMAAN ED
1. Membentuk Yayasan ED, Website ED, Mailing List Group ED, Bulletin ED, dll sebagai sarana tukar informasi dan pengetahuan yang dapat berguna bagi segenap warga ED.
2. Menggunakan moment Dasa Warsa Endra Dharmalaksana 2010 sebagai motivator membangun kebersamaan dengan motto “ Raih Kesuksesan Dalam Bingkai Kebersamaan “ yang tidak hanya menyatukan segenap warga ED, tetapi juga keluarga besar ED.
3. Mengoptimalkan peranan Yayasan ED, kalau perlu merintis pembentukan PT Bangsa Rajawali, untuk mengakomodir semua kepentingan dan kebutuhan segenap ED’ers dan keluarga besar ED, dengan membentuk divisi – divisi yang berorientasi pada kesejahteraan ED’ers. Salah satunya mulai merintis Sektor Bisnis dan Usaha dengan motor penggerak dari para keluarga besar ED.
4. Menyusun visi dan misi ED yang lahir pada rahim yang sama, tumbuh dan berkembang bersama-sama, untuk mewujudkan kesuksesan dalam bingkai kebersamaan.
5. Maping of Power ED dari semua aspek secara komprehensif integral, sehingga pada saatnya mampu menampilkan sosok ED’ers yang ahli di bidangnya, mampu mendorong yang lain untuk maju dan tidak tertinggal, serta selalu bermanfaat pada orang lain.
6. Semua ED’ers telah lulus PTIK dan bergelar SIK.


C. MEMBANGUN KONSISTENSI ED
1. Karakter unik ED dan kebersamaan ED yang terbangun dengan baik tetap dipertahankan dengan konsistensi yang efektif dari warga ED.
2. Setiap ED’ers saling membantu dan mengingatkan untuk konsisten pada visi, misi, dan kebersamaan ED.
3. Konsistensi dibangun melalui keberanian melakukan perubahan ke arah yang lebih baik pada lingkup / bidang tugasnya masing-masing dengan tetap memperhatikan etika profesi, norma, dan hukum.

II. MEMBANGUN KEPERCAYAAN TERHADAP ED (2011 – 2015 )


A. MEMPERKUAT HUBUNGAN STAKEHOLDER
1. Hubungan dan komunikasi yang efektif dan intensif dengan stakeholder baik formal maupun informal, dalam dinas dan kehidupan sehari-hari.
2. Memerankan dan aplikasi Polmas dengan baik, dalam lingkungan dinas dan tempat tinggal.
3. Mengkaji hambatan hubungan / komunikasi dan pihak-pihak yang tidak mendukung. Selanjutnya mencari akar permasalahan dan solusi agar hubungan / komunikasi menjadi efektif.


B. MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEILMUAN
1. Semua ED’ers telah selesai S2, baik dalam maupun luar negeri. Prioritas S3 bagi yang berminat.
2. Setiap ED’ers mampu menyusun karya tulis dan karya cetak dengan ide-ide yang brilian yang berguna bagi organisasi Polri dan masyarakat.
3. Setiap ED’ers mulai mendominasi dalam seminar-seminar ilmiah, diskusi panel, simposium, dll.
4. Setiap ED’ers mampu sharing dengan para cendekia, civitas akademi / kalangan kampus dan mendorong kemajuan anggotanya, di mana para ED’ers berdinas.


C. MEMPERKOKOH PENGUASAAN TEKNIK DAN TAKTIS FUNGSI SERTA ADMINISTRASI KEPOLISIAN
1. Sebagai middle manager, para ED’ers menguasai teknik dan taktis kepolisian secara baik, sehingga mampu memanage dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang diembannya.
2. Setiap ED’ers mampu sebagai motivator, fasilitator, dan mediator baik dalam rangka pembinaan maupun operasional kepolisian di lingkungan tugasnya.
3. Setiap ED’ers mampu menjadi filter yang efektif pada setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan tugasnya dalam rangka membantu pimpinan dan organisasi Polri.

D. BEKERJA DENGAN BAIK
1. Setiap ED’ers mampu bekerja dengan baik dan tidak ada pelanggaran, baik secara etika, kode etik kepolisian maupun hukum
2. Setiap ED’ers mampu menjadi suri tauladan bagi anggota, rekan kerja, dan pimpinannya.
3. Setiap ED’ers memiliki kemampuan khusus dan unik yang jarang dimiliki orang lain, sehingga memiliki nilai guna yang sangat tinggi pada lingkungan tempat dinas atau pun organisasi Polri.
4. Sebagian warga ED sudah masuk dan lulus SESPIM.

III. MEMPERKOKOH KEMAPANAN ED ( 2016 – 2020 )


A. KEMAPANAN BERPIKIR
1. Mampu berpikir kritis, analitis, dan strategis secara komprehensif integral.
2. Mampu berpikir secara cerdas.
3. Inovatif dan kreatif demi kemajuan organisasi Polri dan problem solving.


B. KEMAPANAN BERTINDAK
1. Mampu bertindak benar, prosedural dan profesional.
2. Mampu bertindak sesuai perannya dengan baik.
3. Mampu mengoptimalkan pola anggaran berbasis kinerja.


C. KEMAPANAN BERUSAHA
1. Relatif mapan secara ekonomi.
2. Sektor bisnis dan usaha keluarga besar ED sudah dominan
3. Yayasan ED atau bahkan PT Bangsa Rajawali mampu memberi andil pada kesejahteraan segenap keluarga besar ED.
4. Yayasan ED atau PT Bangsa Rajawali turut andil dalam memberi bea siswa bagi generasi-generasi penerus ED, terutama yang telah ditinggalkam ED’ers almarhum.
5. Semua ED’ers sudah masuk dan lulus SESPIM.


D. KEMAPANAN MORAL
1. Memiliki pendirian yang kuat.
2. Memiliki keberanian dan tanggung jawab yang efektif.
3. Memiliki keseimbangan IQ, EQ, dan SQ.
4. Bersikap jujur, adil, dan bijaksana.
5. Memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang efektif.

IV. MENUNJUKKAN KARYA NYATA ED ( 2020 – PENSIUN )


A. MAMPU BERSIKAP SEBAGAI PEMIMPIN
1. Konsisten dalam pikiran, ucapan, dan tindakan.
2. Berani dan bertanggung jawab.
3. Bersikap jujur, adil, bijaksana, dan amanah


B. BERPIKIR SERTA BERTINDAK CERDAS DAN STRATEGIS
1. Top manager yang handal.
2. Mampu memberi analisa dan kajian yang bernilai strategis dalam kemajuan organisasi Polri
3. Mampu membawa perubahan yang baik pada organisasi yang dipimpinnya
4. Cerdas dan strategis dalam problem solving.


C. MEMBUAT SEJARAH YANG BAIK
1. Berusaha menghilangkan budaya organisasi yang latah, negatif, dan kurang mendukung pada pencapaian pencitraan organisasi Polri.
2. Mengaplikasikan ide brilian untuk kemajuan organisasi Polri dengan pertimbangan berbagai aspek secara komprehensif integral sesuai zamannya.


D. BERMANFAAT BAGI ORGANISASI POLRI DAN MASYARAKAT
1. Mampu mendorong kemajuan segenap warga ED, sehingga tidak ada ED’ers yang tertinggal.
2. Peran dan pengabdian ED’ers sebagai insan Polri dapat memberi manfaat nyata bagi kemajuan organisasi Polri dan masyarakat, khususnya pada lingkungan tugas dan tempat tinggalnya.


V. PASCA PENSIUN
1. Membentuk paguyuban ED’er
2. Nara sumber generasi Polri.
3. Profesi pada instansi sipil / perusahaan atau profesi lainnya.
4. Menikmati sisa hidup menunggu maut sambil cari tambahan bekal di akherat.

24 Februari 2010

Aku masih beruntung





( pepatah jawa : ' Masih untung Aku .... )

Mereka adalah pahlawan_pahlawan Polri ...


Tetap semangat dan jangan pernah Menyerah !

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjad
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalkani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus as

24 Pebruari 2010


Mata tak terpejam , hati bicara .

ngga tau kenapa hari ini saya penuh kepanikan, hati saya gundah ... ga tau kenapa ..

" Orang yang gelisah , adalah orang yang banyak keinginan "

mungkin...

Entahlah....

Terliintas, saya iingat notes salah satu temen saya Ida Cholisa:

Dan saya kangen akan tulisan itu .Dinotesnya ia tulis kesan setelah baca tulisan saya .

jujur saya ngga nyangka , ternyata tulisan ' hati " saya dibaca dan bahkan di komentari . sungguh tidak masuk akal .

ini saya kutip keseluruhan notesnya ..

Ada rasa bangga , flashback dan nano_nano rasanya setelah baca notesnya ..

tks Mbak Ida ... karena tulisannmu ... bagai cash Handphone buat hati saya .

DENGAN SATU KAKI

Share

Wednesday, August 19, 2009 at 4:35pm

Aku baru saja membuka blog seorang anggota kepolisian yang sebenarnya tidak aku kenal. Membuka profilnya sebentar, sekilas, dan hampir menutupnya kembali. Tiba-tiba mataku menangkap sekelebat kalimat yang mengusik rasa ingin tahuku. Terdapat deretan kata yang membentuk kalimat bermakna. Tentang ketegaran hati seorang anggota Polri.

Aku tak kenal siapa polisi itu. Dan bukan lantaran aku pernah mengagumi polisi, maka aku menuangkan cerita ini. Semuanya serba kebetulan.

Ikhlas. Kata itu yang kutemui dari blog milik polisi muda itu. Ia bercerita, pengalaman terburuk dan terpahit yang ia alami selama hidupnya adalah saat ia bertugas di propinsi Aceh. Alumnus Akpol itu bertugas sebagai anggota Brimob yang bertugas di bagian gegana. Hingga kemudian peristiwa tragis menimpanya. Ledakan bom melukai kakinya. Luka parah di kaki kirinya memaksanya untuk rela diamputasi. Dan akhirnya, hidup dengan satu kaki pun dijalaninya.

Masa-masa terberat dijalaninya. Tatapan mata aneh dan pandangan penuh rasa kasihan sangat dirasakannya. Ia menyadari, dengan kali palsu yang dikenakannya, rasanya tidak mungkin baginya untuk memaksakan diri bertugas di bagian gegana. Hingga kemudian ia pindah tugas. Ia menyadari akan kekurangan fisiknya. Banting stir pun dilakukannya. Mulailah ia belajar komputer, grafis dan lain sebagainya. Hingga kemudian ia menjadi polisi yang lihai dalam ilmu IT dan tetek bengeknya. Dan tempat baru yang sesuai dengan keahliannya pun diberikan padanya.

Ia berjuang keras untuk mendapatkan kata ikhlas. Ia berjuang keras untuk menemukan makna ikhlas. Ia tertatih-tatih menyembuhkan luka fisik dan luka hati. Anugrah terbesar yang dimilikinya adalah ketegaran. Ia sangat beruntung memiliki hati yang kuat, hati yang keras, hati yang tak cepat hancur oleh berbagai macam gempur dan tempur.

Dan hari ini aku mendapatkan siraman hati, sebuah keteladanan akan ketegaran dan keikhlasan. Polisi muda yang telah kehilangan salah satu kakinya itu tak pernah kehilangan jati diri. Ia selalu tersenyum menghadapi segala macam onak dan duri. Ia tetap tegar di tengah segala gempuran cobaan dan kenyataan pahit akan lika-liku kehidupan. Ia tak pernah menyesal akan segala takdir yang telah digariskan Tuhan. Ia tetap berbaik sangka, berusaha tegap melangkah di antara kekuatan yang tersisa.

Aku melihatnya selalu gembira dan gembira. Dan aku mendapatkan banyak pelajaran dari tulisan dalam blog yang dimilikinya. Bersyukur aku karenanya, bahwasanya aku menemukan guru kehidupan di dunia maya...***

Cileungsi, Agustus 2009-

Top of Form

Written about 6 months ago · Comment · LikeUnlike · Report Note

Nurman Surachman

Subhanallah .
merinding saya bacanya mba .
sempat flahback saya akan masalalu saya .
masa lalu yang membuat saya ' bisa ' seperti ini .
... See More
ngga nyangka juga ada yang baca tulisan saya .
He.. he he..

saya bersyukur masih ada orang yang perduli
masih ada yang ' bisa ' merasakan apa yang orang lain rasakan
tks u'r attenttions

saya punya prinsip ;
jangan pernah sesali apa yang tlah menjadi keputusanmu .
sepahit apa hslnya , semanis apapun rasanya .
itu adalah pilihanku .
masuk ke brimob adalah pilihan saya !
menjadi Pasukan elit Kepolisian Negri ini .
jadi sesukses apaapun , sehancur apapun . ini adalah keputusan saya .
saya ngga boleh menyalahkan siapapun .
saya tidak boleh menyerah .
saya tdk boleh tertinggal dgn teman teman saya .

Keikhlasan , Semangat Ddan saya bersyukur . saya dikelilingi oleh orang orang yang sangat sayang pada saya ...
tks 4 all

sekali lagi , trimakasih bnyk mba .
tulisan mbak telah membuat saya menitikkan air mata setelah 10 tahun mata ini tidk pernah mengeluarkan Air mata .

August 20, 2009 at 12:25pm ·

Ida Cholisa
sebuah anugrah saya mengenal anda. polisi adalah sosok yang sangat saya kagumi, karna ada latar belajang sejarah yang saya alami. tetapi, mengenal sosok polisi seperti anda, yang mampu tegar di antara puing kehancuran, sungguh sebuah cermin yang sangat berharga, di mana saya bisa berkaca kepadanya...
hidup ini indah, dalam kepahitan dan kegetiran apapun, sepanjang kita mampu memaknainya...
Good Luck, saya yakin anda mampu menjadi yang terbaik. Tetap semangat!!! Ok??

August 20, 2009 at 12:33pm · Report

Nurman Surachman

puing kehancuran ?
kayak istana roma dong .

bagi saya ini adalah pintu surga
awal dimana MATA saya bisa merasakan KEINDAHANNYA..... See More

Tetap semangat juga mba >>>

tks 4 all .

keep kontek ya mba ...

August 20, 2009 at 12:36pm ·

Ida Cholisa

Ida Cholisa

salut saya pada anda. ketegaran anda perlu ditiru siapa saja yang mengenal anda. salam tuk keluarga ya, semoga kebahagiaan senantiasa mengiringi hidup anda, amien...

August 20, 2009 at 12:38pm · Report

Nurman Surachman

Nurman Surachman

Makasih banyak mbak.
dengan ucapan yang sama .
sukses dan salam hormat buat mbak sekeluarga .

August 20, 2009 at 12:59pm ·

Nurman Surachman

Bottom of Form

21 Februari 2010

Renungan bg pudji


Pakaian paling indah di dunia adalah SENYUM.


Semangat bro , Gw bisa kenapa Elo ngga ?!!!

Kebiasaan yang paling merusak adalah KUATIR


Orang yang gelisah adalah orang yang banyak Keinginan


Kehilangan terbesar adalah HARGA DIRI.

Pekerjaan paling memuaskan adalah MEMBANTU ORANG LAIN.

Kepribadian terburuk adalah EGOIS.

Spesies yang hampir punah adalah PEMIMPIN YANG BERDEDIKASI.

Sumberdaya terbesar kita adalah GENERASI MUDA.

Energi terbesar adalah DORONGAN SEMANGAT.

Masalah terbesar untuk diatasi adalah RASA TAKUT.


Obat tidur paling mujarab adalah PIKIRAN YANG DAMAI.

Kegagalan paling melumpuhkan adalah ALASAN DIBUAT-BUAT.

Kekuatan terbesar di dunia adalah CINTA.

Manusia paling berbahaya adalah TUKANG GOSIP.

Komputer paling hebat di dunia adalah PIKIRAN MANUSIA.

Sangat buruk kondisi Anda jika Anda tidak memilikinya adalah HARAPAN.

Senjata paling berbahaya adalah LIDAH.

Dua kata paling penuh kekuatan adalah SAYA BISA.

Aset terbesar adalah IMAN.

Emosi paling tidak berguna adalah RENDAH DIRI.

.Harta tak ternilai harganya adalah INTEGRITAS.

Alat komunikasi paling hebat adalah DOA.

Nasihat yang paling baik adalah PERBUATAN.

Tersenyumlah Karena kita masih bersama

20 Februari 2010

Pusat Penilaian Kompetensi Polri

Sumber Daya Manusia Polri merupakan aset terpenting Polri dalam menjalankan reformasi birokrasi maupun dalam mewujudkan tujuan dari UU Nomor 2 Tahun 2002. Tidak seperti sumber daya lainnya, penggelaran kekuatan SDM merupakan aset yang tidak mengalami penyusutan bila dikembangkan secara berkesinambungan, apabila terkelola secara efektif dan efisien.Pada dasarnya, setiap Sumber Daya Manusia memiliki potensi untuk memberikan kontribusi yang produktif bagi organisasi, dan potensi tersebut harus direalisir secara optimal, karena kualitas (disamping kuantitas) Sumber Daya Manusia merupakan faktor penentu bagi keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas yang dipercayakan kepada Polri. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan sesuatu yang sangat penting dalam mewujudkan paradigma baru Polri sebagai organisasi sipil yang tugasnya melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat bukan lagi sebagai pengendali masyarakat. Hal ini sesuai dengan tuntutan masyarakat lokal, nasional dan regional terhadap institusi kepolisian, yaitu mandiri, akuntabel dan kompeten guna mengantisipasi tuntutan tersebut, diperlukan strategi pengembangan SDM yang efektif dan efisien dalam mewujudkan sosok Polri yang diharapkan oleh berbagai pihak. Reformasi birokrasi Polri mensyaratkan tenaga profesional dan berketerampilan tinggi untuk bekerja pada berbagai sektor, termasuk sektor jasa pelayanan. Hal ini mendorong kompetensi masing-masing individu dalam organisasi untuk dikembangkan dan dibangun dengan baik sehingga dapat menjadi aset sumber daya manusia yang berkulitas dan unggul. Untuk itu Polri telah mempersiapkan diri menjadi institusi yang memiliki kompetensi dengan indikator profesional, bermoral, dan modern.

Secara startegis, dimensi pengembangan Sumber Daya Manusia diarahkan untuk mencapai ratio yang ideal antara jumlah polisi dengan jumlah penduduk sesuai dengan standar PBB 1:500 dan tetap memperhitungkan tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tuntutan yang berubah-ubah dari masyarakat pada tugas Polri, terutama terkait dengan pemekaran dan otonomi daerah, disamping tuntutan dalam menghadapi gangguan kamtibmas yang makin luas dan kompleks, serta implikasinya pada peran dari komposisi kekuatan Sumber Daya Manusia Polri yang terdiri dari anggota polisi sebagai tenaga utama tugas pokok kepolisian dan pegawai negeri sipil pada Polri sebagai tenaga pendukung, serta pegawai tidak tetap sesuai kebutuhan keahliannya. Sedangkan pada dimensi operasional memfokuskan pada program aksi (action program) nyata dan terpadu terkait pengembangan Sumber Daya Manusia Polri melalui program akselerasi Kapolri pada November 2008 dan program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II pada November 2009. Program aksi tersebut mencakup perumusan guideline mengenai perencanaan Sumber Daya Manusia, sistem rekrutmen dan seleksi, sistem pendidikan dan pelatihan sistem penilaian kinerja, sistem dan jalur karier jabatan strategis, dan sistem remunerasi yang mencakup juga komponen penghasilan seperti gaji, tunjangan dan pengusulan pemberian imbalan (remunerasi). Program aksi 100 hari Polri tersebut sudah berakhir TW. I 2010 bulan Januari. Oleh karena itu dalam reformasi birokrasi nasional secara struktur dibebankan tanggung jawabnya kepada institusi, kementerian dan kelembagaan pemerintah (termasuk institusi Polri) dengan mensyaratkan 9 (sembilan) garapan utama reformasi birokrasi seperti digambarkan dalam grand design yaitu ; 1) Evaluasi kinerja (penilaian obyektifitas atas kinerja saat ini), 2) Postur birokrasi Polri tahun 2025 ( deskripsi tentang bagaimana bentuk, karakter atau sifat dan kapabilitas institusi ini di tahun 2025 nanti), 3) Analisis jabatan dan sistem remunerasi (pembuatan uraian jabatan, peringkat jabatan, dan struktur remunerasi), 4) Organisasi (Redefinisi visi, misi dan strategi, review struktur organisasi atau restrukturisasi dan analisis beban kerja), 5) Tata laksana (Business Process dan Standart Operating Procedure), 6) Sumber Daya Manusia (kebijakan, sistem-sistem dalam proses MSDM, standar kompetensi, Assessment individu dan lain-lain), 7) Kultur organisasi (perubahan perilaku dan budaya kerja), 8) Program percepatan (Quick Wins) dan 9) Manajemen dan komunikasi tentang perubahan.

Pada program utama bidang Sumber Daya Manusia yaitu program penataan sistem manajemen SDM (MSDM) telah menentukan kegiatan untuk membangun assesment kompetensi individu bagi pegawai, oleh karena itu maka Sde SDM Polri sebagai organisasi Polri dalam pemerintahan yang perannya memberikan pelayanan, pengayoman dan perlindungan, penegakan hukum dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat maka perlu adanya penataan melalui manajemen penataan dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dengan demikian manajemen Sumber Daya Manusia merupakan proses pengelolaan untuk menyelaraskan, mengarahkan dan mengembangkan kepemilikan kompetensi individu dalam organisasi melalui pendekatan manajemen Sumber Daya Manusia berbasis kompetensi (MSDM-BK). Penataan manajemen SDM tersebut diupayakan untuk merancang bangun dan menerapkan sebuah metode atau sistem manajemen dalam bentuk sistem administrasi personel. Alasan utama untuk menerapkan sistem administrasi tersebut adalah untuk memperoleh dasar yang menjamin antara hak dan kewajiban bagi anggota Polri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya kepada masyarakat.

Hingga saat ini Polri sudah memiliki unit kompetensi individu (Assessment Center) dengan nama Pusat Penilaian Kompetensi Polri, walaupun secara struktural belum terwadahi akan organ yang mengawaki pelaksanaan assessment tersebut namun demikian Polri sudah memiliki 12 assessor, dan sudah menguji calon pimpinan (kaderisasi) pada level eselon III secara bertahap pada tahun 2009 dengan prioritas Polda-polda di Jawa, khususnya untuk calon Kapolres sebanyak 36 orang dari lulusan AKPOL lulusan tahun 1992-1993 dan telah lulus SESPIM tahun 2006-2007, calon Adhi Makayasa lulusan AKPOL, calon peserta pendidikan LEMHANNAS, Kombes dan Pati Polri.

Penguatan penataan secara instrumen maupun struktural perlu dilengkapi sesuai dengan program 6 (enam) Penataan Sistem manajemen Sumber Daya Manusia dengan bobot capaian 15% (lima belas persen) yang meliputi kegiatan assesment kompetensi individu bagi pegawai dengan keluaran yaitu Dokumen Analisa atas Pemetaan Hasil Assesment dengan bobot kontribusi 2,1% (dua koma satu persen). Adapun dokumen ini telah menghimpun Software berkaitan dengan uji kompetensi Polri (Assesment Center) yang terdiri dari 1) Konsep Struktur Organisasi Polri; 2) Rancangan Organisasi dan Tata Laksana; 3) Rancanagn Kode Etik Assesor Polri; 4) Rancangan Pedoman Penyelenggaraan Penilaian uji Kompetensi Polri; dan 5) Sampling profil hasil kompetensi. ( Sumber : Mabes Polri )

PENILAIAN KOMPETENSI



Dalam rangka program Reformasi Birokrasi Polri melalui penataan manajemen sumber daya manusia perlu dibuatnya pola pembinaan karier bagi anggota Polri secara obyektif, transparansi, akuntabel dan berkualitas sesuai dengan prinsip-prinsip sistem pembinaan personel Polri pada tingkat Polda.

Semua ini guna tercapainya konsistensi sistem pembinaan karier personel di lingkungan Polda dan terpenuhinya tertib administrasi maka perlu disusunnya suatu Pedoman Penyelenggaraan Penilaian Kompetensi Polri Tahap Awal Pada Tingkat Polda.

Penyelenggaraan penilaian kompetensi tahap awal pada tingkat Polda adalah cikal bakal dari penyelenggaraan penilaian kompetensi Polri pada kantor pusat Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Pusat penilaian Kompetensi Polri.

Akan tetapi mengingat keterbatasan sumber daya Pusat Penilaian Kompetensi Polri dan banyaknya ruang jabatan di lingkungan Polri maka diperlukan lapis-lapis kewenangan penyelenggaraan penilaian kompetensi Polri melalui pendelegasian penilaian kompetensi tahap awal pada tingkat Polda.

PENILAIAN KOMPETENSI

Prinsip Penilaian Kompetensi

Penilaian kompetensi dilaksanakan dengan prinsip-prinsip :

1. Obyektif

Hasil penilaian kompetensi menggambarkan kompetensi sesungguhnya yang dimiliki personel Polri.

2. Transparan

Hasil penilaian kompetensi yang menggambarkan potensi dan kompetensi yang dimiliki personel Polri, dapat diketahui oleh personel Polri yang dinilai dan atau pejabat yang berwenang.

3. Valid

Alat ukur yang digunakan harus menjamin keakuratan dan dapat mengungkap potensi dan kompetensi yang akan dinilai.

4. Reliabel

Alat ukur yang digunakan harus mencerminkan konsistensi potensi dan tingkat kompetensi yang dimiliki personel Polri dalam kurun waktu tertentu.

Metode

Metode yang digunakan untuk melakukan penilaian kompetensi harus memenuhi persyaratan prinsip-prinsip penilaian. Sedangkan untuk melakukan penilaian penempatan jabatan, tergantung pada tingkat jabatan struktural dan kompetensi yang akan dinilai. Adapun metode-metode yang dimaksud, antara lain :

1. Wawancara kompetensi

Metode yang dilakukan dengan menggunakan panduan wawancara terstruktur yang disusun berdasarkan kompetensi jabatan yang akan diduduki.

2. Kuesioner kompetensi

Metode yang dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan yang disusun berdasarkan kompetensi jabatan yang akan diduduki.

3. Psikometri

Metode yang dilakukan oleh psikolog untuk mengetahui kecenderungan potensi yang dimiliki personel Polri yang dapat dijadikan salah satu prediksi keberhasilan personel Polri dalam suatu pekerjaan.

4. Analisa kasus

Metode yang dilakukan untuk mengukur kemampuan menangani atau menyelesaikan tugas-tugas yang spesifik.

5. Presentasi

Metode yang dilakukan untuk menyampaikan suatu informasi atau permasalahan dihadapan orang lain secara sistematis.

Materi Pengujian Kompetensi

Materi Pengujian dalam Uji Kompetensi tahap awal pada tingkat Polda meliputi :

1. Tes Psikometri diselenggarakan oleh Subbag Psikologi Bag SDM Polda, dengan pengujian pada aspek kepribadian (untuk mengukur integritas dan kejujuran individu) dan kemampuan intelektualnya.

2. Tes Penelitian Personel yang diselenggarakan oleh Bid Propam Polda sebagai mapping untuk mengetahui kondite individu personel.

3. Meneliti catatan-catatan khusus yang dimiliki oleh personel yang akan diuji meliputi mental kepribadian dan moralitas.

4. Memeriksa kesehatan calon apakah cukup sehat untuk mengisi jabatan yang membutuhkan kriteria kesehatan tertentu yang dilaksanakan oleh Bid Dokkes Polda

5. Paparan Visi Misi sesuai dengan formasi jabatan yang akan diisi, diselenggarakan oleh Subbag Binkar Bag SDM Polda.

6. Materi pengujian kompetensi dikoordinir oleh Kabag SDM Polda dengan pembentukan tim pengujian kompetensi, yang terdiri dari : Kabid Propam, Kabid Dokkes, Kasubbag Psikologi dan Kasubbag Binkar.

( SUMBER PETUNJUK PELAKSANAAN PENILAIAN KOMPETENSI POLRI (ASSESSMENT CENTER) KEWILAYAHAN )

29 Januari 2010

KEBERSAMAAN






Kenapa kebersamaan Bisa Putus …?
Karena kadang kita berpikir:
"Ah... aku kan lagi sibuk..."
Terkadang, kita berpikir 'ga penting gitu loooh'...
Lama-kelamaan.....,
Jadi cuek...,
Akhirnya muncul pemikiran: Ngapain sih aku datang?....ga ngaruh (jabatan, penempatan dll dll)
Kalo sudah begini, cinta kasih dalam persahabatan sudah berkurang..…
Alhasil tidak ada lagi hubungan.....,
semuanya jadi lupa.
Komunikasi sangatlah penting dalam hubungan dengan teman,keluarga, maupun TUHAN..
Biar kita selalu dekat dengan semua..
Itu menjadi alasanku, kenapa aku mengirimkan message ini.
Itu tandanya, aku ga pernah lupa sama........ ED...
See U all @DWED 22 s/d 24 Jan 2010.
( IGA )

01 Januari 2010

CONTROL ALT DEL


Selamat Malam prajurit Endra Dharmalaksana, Tanpa terasa ya kita sudah di penghujung tahun 2009, sudahkah Kita mencapai semua target di tahun 2009? Apakah kita sudah puas dengan pencapaian kita tahun ini? Apakah kita ingin melakukan banyak perubahan hidup kita di tahun 2010 ?

Maaf kalo Repost yaa... Piss Andriwongso, Mario Teguh. Berikut ini adalah saran berguna untuk melakukan perubahan dan lompatan besar dalam hidup kita di tahun 2010. Dengan meminjam “bahasa” Dankikorps IV Taruna Tk 1 Yon Endra Dharmalaksana SMT Nurdi Satriaji . Rekan-rekan yang dulu waktu kopralnya kie 4 pasti ingat... Wooooooi kopraaaaal !!!! Kalian belum pernah yaa saya Control Alt Dell , teriak SMT Nurdi Satriaji ... (... Hi, hi, hi... saya baru tau sekarang kalo Ctrl, Alt, Del adalah tombol jalan pintas di komputer untuk melakukan ‘reset’),

begitu juga itu bisa kita lakukan dalam hidup kita , apa bedanya sich hidup kita dengan komputer ... Kang Asep pasti lebih tau jawabnya ...

Control , Alt dan Del .

CONTROL: Kita-lah yang harus menetapkan tujuan dan harapan hidup kita, bukan orang lain yang menentukannya untuk kita. Tidak setiap orang ingin menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Apakah kita jenis orang yang mempunyai tekad untuk membuat hidup kita persis seperti yang kita inginkan? Jika ya.. Mulailah dengan langkah yang tepat: tuliskan dan tentukan 10 hal terpenting yang ingin kita capai dan ingin kita ubah di tahun 2010.

ALT: kita berkemauan mengambil resiko apapun untuk perubahan yang terjadi di lingkungan kita, meskipun itu berarti akan ada perubahan sementara dalam stkitar kehidupan kita. Apakah kita mampu bertahan dan siap untuk menjalani semua perubahan yang terjadi untuk mencapai impian baru kita? Bagaimana dengan keluarga kita? Kita harus siap untuk melakukannya. Perubahan ... kata-kata yang sering Kang Asep tulis .

DELETE: Kita siap meninggalkan masa lalu. Bagi kebanyakan orang, termasuk saya .. memang masa lalu paling susah untuk dapat kita lupakan .. tapi demi Masa Depan yang lebih baik, kita harus selalu siap untuk itu ....

Jika kita sanggup melakukan 3 Kata Dankikorps di atas, maka saya yakin hidup kita pasti berubah. Tentu, kita juga harus mulai berani menentukan tujuan hidup kita sendiri, siap untuk menghadapi dan mengambil segala risiko yang muncul dan bisa menghapus bayangan kegagalan masa lalu kita. Mulailah membuka lembaran baru, jalani dengan penuh optimisme dan semangat baru, insya Allah semua impian pasti menjadi kenyataan.

Mari kita sambut 2010 dengan optimis! Saya Nurman Surachman mengucapkan: Happy New Year 2010 !

2010 – Together We Grow & Success !!!